GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

Minggu, 1 November 2020 - Renungan Pagi
MEMAKNAI HIDUP

"Beginilah firman Tuhan semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu!" (ay.7)

Hagai 1 : 1 - 7
HARI MINGGU XXII SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 1 NOVEMBER 2020
Ibadah Syukur HUT Ke-72 GPIB / Hari Reformasi
Renungan Pagi
KJ. 407 : 1 - Berdoa


“Bangun pagi kuterus mandi, tidak lupa menggosok gigi. Habis mandi kutolong Ibu, membersihkan tempat tidurku.” Lagu anak-anak ini menunjukkan prioritas kegiatan mereka. Mandi atau membersihkan tubuh adalah langkah pertama bagi langkah-langkah selanjutnya. Setelah mandi, kegiatan apa pun dapat dilakukan dengan tubuh segar. Kalau suatu tugas dikerjakan dengan kesegaran tubuh, hasilnya akan lebih baik dari pada keadaan badan yang tidak segar. Mandi menjadi syarat bagi hasil kerja yang lebih baik.
 
Ketika bangsa Yahudi diijinkan pulang kembali ke Yerusalem dari pembuangan di Babel oleh Koresy raja Persia, mereka harus memulai kehidupan baru lagi. Sekalipun sebelum pembuangan mereka pernah tinggal disitu, memulai suatu kehidupan baru tetap merupakan hal yang tidak mudah. Perlu penyesuaian-penyesuaian lagi dengan tanah, budaya dan kehidupan sosial politik yang ada. Tidak serta merta mereka bisa merasakan kehidupan yang normal sebagaimana sebelum pembuangan, apalagi hidup enak. Mereka harus bekerja lebih keras dari pada sebelumnya, hasil yang diperoleh belum tentu sesuai dengan keinginan. Mereka lupa pada Allah sebagai yang prioritas dalam hidup ini.
 
GPIB telah memasuki usia 72 tahun di Negara ini. Setelah memasuki usia itu, apakah pernah ada yang bertanya tentang makna umur ini bagi sebuah gereja seperti GPIB? Atau GPIB hanya akan fokus mengerjakan yang sudah ditetapkan beberapa puluh tahun lalu? Apakah tujuan bergereja kita hanya untuk membangun gedung gereja yang baru, dan merenovasi yang lama agar menjadi lebih baik dan nyaman. Apakah itu wujud sikap umat yang memprioritaskan Tuhan? Bung Karno pada hari Raya Idul Qurban mengatakan, "Orang tidak dapat mengabdi kepada Toehan dengan tidak mengabdi kepada sesama manoesia, Toehan bersemajam di goeboeknya si miskin." (Soekarno, 23/10 '45.)
 
 
KJ. 407 : 3, 4
Doa : (Ya Tuhan, tolong ajar kami untuk memprioritaskan Engkau dalam kehidupan ini dengan melayani sesama)

Kembali