GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

Minggu, 22 November 2020 - Renungan Pagi
PEMIMPIN YANG HUMANIS

"Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup..., kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah" (ay.5)

2 Korintus 3 : 1 - 11
HARI MINGGU XXV SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 22 NOVEMBER 2020
Renungan Pagi
KJ. 394 : 1, 2 - Berdoa


Paulus memaparkan kepada pembaca tentang pengalamannya yang menakjubkan dalam memberitakan Injil. Sewaktu di Asia Kecil, ia luput dari maut karena menaruh kepercayaan penuh kepada Allah, sehingga Dia menyelamatkannya (1:8-11). Demikian juga dengan pengalamannya di Troas, yaitu ketika Allah telah lebih dahulu membukakan jalan baginya, sehingga Paulus merasa 'menang' (2:12-14). Sebagai kesimpulan dari pengalamannya itu Paulus mengaku, bahwa dirinya mungkin tidak disenangi oleh banyak orang, karena dia berbicara apa adanya (2:16-17). Namun demikian, ketika ia tetap gigih menunaikan tugas, dia yakin bahwa Tuhan menerima bakti dirinya sebagai persembahan yang harum (2: 15-16). Latar belakang inilah yang melahirkan pertanyaan reflektif : "Adakah kami mulai lagi memujikan diri kami?"
 
Hampir setiap orang Kristen, khususnya pelayan Allah, pernah mengalami pahit-manisnya pelayanan. Ketika bersaksi tentang bagaimana kelemahan diri ditopang oleh kekuatan Roh Kudus, keterbatasan pengetahuan dijawab oleh pertolongan Allah, penghinaan diganti pemuliaan, bahkan ketika penyerahan diri berujung keajaiban-Nya, seringkali membuat orang tidak dapat membedakan: apa yang sebenarnya sedang kita ceritakan. Apakah kuasa Tuhan yang tidak terbatas atau keberuntungan kita? Kebaikan Tuhan atau jasa kita?
 
Untuk menjawab pertanyaan ini, Paulus memberikan petunjuk, yaitu (1) pujian yang sebenarnya akan datang dari orang-orang yang merasa terselamatkan oleh kebaikan dan perbuatan kita. Lakukan dan berikan saja yang terbaik tetapi biarlah penilaian itu diserahkan kepada Allah yang akan menyampaikannya melalui orang lain. (2) Sebagai pelayan, bukan pujian yang dicari melainkan kesempatan untuk terus berkarya. Sekalipun kita merasa sebagai yang berpotensi untuk melakukan banyak hal baik, tetapi kesempatan untuk berkiprah disediakan Allah bagi yang berkenan kepada-Nya.
 
 
KJ. 394 : 3, 5
Doa : (Ingatkan kami untuk tidak mencari pujian diri atas setiap pengalaman iman yang kami alami)

Kembali