GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

Senin, 8 Februari 2021 - Renungan Pagi
CARILAH KEBENARAN, MAKA ENGKAU AKAN HIDUP

Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup” (ay.28)

Lukas 10: 25 - 28
MINGGU V SES. EPIFANI
Senin, 8 Februari 2021
Renungan Pagi
KJ. 8: 1 - Berdoa


Pembenaran diri adalah bentuk tindakan pembelaan diri dengan membenarkan sesuatu meskipun yang dibela itu salah adanya. Pembenaran diri biasanya muncul dalam diri manusia yang egoistis, sehingga tidak cerdas baik secara emosi maupun spiritual. Sementara kebenaran adalah suatu nilai utama dalam kehidupan manusia. Nilai yang didasarkan pada kebenaran yang berhubungan dengan etika, moral, logika, bahkan ajaran agama.
 
Teks ini menceritakan seorang ahli Taurat yang berusaha untuk mencobai Yesus. Ahli Taurat adalah orang yang terhisab dalam mazhab Farisi. Mereka suka menyelidiki dan menafsir Kitab Suci. Mereka juga berpegang pada pelbagai tafsiran dan hukum tambahan selain Taurat Musa. Mereka merasa diri paling benar dan sangat rohani. Mereka sangat meyakini adanya "hidup kekal", kebangkitan orang mati, dan Mesias yang akan datang untuk membebaskan dari belenggu penjajahan Romawi. Konsep tentang "hidup kekal" seringkali diperdebatkan oleh mazhab Yahudi di zaman Yesus seperti kaum Zaduki. Suatu kaum yang diperkirakan berasal dari keturunan imam besar Zadok yang hidup pada masa raja Daud. Flavius Yosepus ahli sejarah dan penulisa pologetik Yahudi abad pertama menyatakan, bahwa kaum Zaduki menolak konsep kekekalan jiwa, dan ganjaran kekal setelah kematian, karena tidak dimuat secara tegas dalam hukum Taurat Musa.
 
Baik kaum Farisi maupun Saduki sama-sama berusaha untuk membenarkan apa yang mereka percayai. Apakah ahli Taurat dalam teks ini benar-benar mencari kebenaran atau pembenaran diri? Yesus mengetahui maksud hati dari sang ahli Taurat, karena pertanyaannya mengandung motivasi yang tidak murni. Mari melangkah dengan ketulusan dan kejujuran. Carilah kebenaran berdasarkan kasih yang tulus, agar hidup kita dibenarkan Tuhan dan membawa sejahtera bagi sesame.
 

GB. 226: 1
Doa: (Ya Kristus, tolonglah kami untuk berjalan dalam kebenaran-Mu)
🙏

Kembali