GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

Selasa, 23 Februari 2021 - Renungan Pagi
BERJUANG DALAM PENDERITAAN

"bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil” (ay. 27)”

Filipi 1: 27 – 30
MINGGU VI PRAPASKAH
Selasa, 23 Februari 2021
Renungan Pagi
GB. 270: 1, 2 - Berdoa


Sejarah bangsa ini menunjukkan, bahwa kemerdekaan tercapai, karena bangsa Indonesia dapat bersatu melawan penjajahan. Hanya dalam kurang dari 17 tahun setelah mengumandangkan persatuan dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, bangsa Indonesia bisa memproklamasikan kemerdekaannyai setelah dijajah selama 350 tahun. Ini menjadi bukti nyata, bahwa dafam persatuanlah tujuan dapat tercapai.
 
Jemaat di Filipi hidup dalam penderitaan, akibat persekusi yang dilakukan oleh lawan-lawan mereka. Kemungkinan besar mereka yang memersekusi Jemaat di Filipi adalah orang-orang Yunani-Romawi. Penderitaan yang dialami oleh Jemaat di Filipi ini pun diperparah dengan munculnya bibit-bibit perpecahan di antara mereka. Karena itu Paulus menegaskan, bahwa sebagai umat yang diselamatkan oleh iman kepada Kristus, Jemaat di Filipi harus dapat teguh berdiri dalam kesatuan dan berjuang bersama-sama untuk mempertahankan keyakinan mereka. Kata teguh berdiri (Yun: stekete) umumnya digunakan dalam literatur kuno untuk menunjukan tugas seorang prajurit ketika di medan perang, atau guna menjelaskan pengambilan posisi berhadapan langsung dengan para musuh. Dengan menggunakan kata ini, Paulus ingin menegaskan, bahwa ketika menghadapi berbagai tantangan, Jemaat harus dapat menghadapinya dalam kesungguhan dan semangat persatuan tanpa pernah menyerah.
 
Tanggung jawab untuk berbuah bagi sesama adalah wujud nyata dari iman kepada Kristus. Namun demikian berbagai bentuk persekusi dan kecurigaan yang kita alami saat ini, sangat mungkin mendorong untuk bersikap acuh tak acuh terhadap persoalan sosial yang terjadi. Karena itu, marilah kita terus berdiri teguh dalam kesatuan dan berjuang bersama-sama. Walaupun kita terkadang mengalami persekusi dan kecurigaan harus tetap berjuang sebagai persekutuan yang menjadi berkat.
 

GB. 270: 3
Doa: (Ya Tuhan, tolong kami untuk dapar terus berjuang dalam kesatuan untuk dapat menjadi berkat)

Kembali