GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

Rabu, 21 November 2018 - Renungan Pagi
HATI BUKAN PAKAIAN

Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu (ay.13)

Yoel 2 : 12-15
MINGGU XXVI SESUDAH PENTAKOSTA
RABU, 21 NOVEMBER 2018
RENUNGAN PAGI
GB 41 : 1,2 "Maukah Dosamu Dihapus Bersih"– Berdoa


Terkadang kita harus berpikir seribu kali saat mengambil keputusan lalu bertindak. Dalam perikop bacaan diawali dengan permintaan Tuhan “tetapi sekarang juga...". Bisa dibayangkan di satu sisi Allah mempersiapkan hukuman bagi Israel atas kesalahan mereka tetapi di sisi Iain Allah meminta dengan memaksa bahwa bangsa ini harus bertobat dan waktunya adalah “sekarang juga”. Ini menggambarkan bahwa bagi Allah pertobatan bangsa ini Iebih penting daripada hukuman yang akan diberikan. Pertobatan tidak bisa ditunda tetapi hukuman dapat dibatalkan. lnilah yang menunjukkan bahwa Allah adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

Bertobat seperti apa yang Tuhan harapkan? Pertobatan yang dikehendaki Allah ialah berbalik dengan sepenuh hati, dengan berpuasa, dengan menangis dan mengaduh. lnilah yang dimaksud dengan mengoyakkan hati yaitu hati yang berbalik kepada Allah dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh. Pertobatan manusia jangan sekadar tindakan demonstratif seperti mengoyakkan pakaian. Pertobatan demikian bukan yang dikehendaki Allah. Berpuasa, menangis, mengaduh adalah simbol pertobatan yang jujur datang dari hati. Sementara pertobatan dengan simbol mengoyakkan pakaian ditolak oleh Allah karena bukan dari hati.

Pernahkah kita fokus pada kasih Allah yang besar ketika bertobat? Pernahkah kita fokus pada pembatalan hukuman Allah ketika bertobat? Fokuslah pada kasih Allah yang besar sehingga pertobatan bukan sesuatu yang tertunda tetapi segera dilakukan. Bukan hanya segera, Allah juga meminta kita mengoyakkan hati yaitu bertobat dengan ketulusan dan kejujuran. Pertobatan yang menyenangkan hati Allah dan bukan sekadar ritual karena kewajiban agama.

GB.41 : 3,4 "Maukah Dosamu Dihapus Bersih"
Doa : (Biarlah pertobatan kami jujur dan tulus di hadapan Tuhan sehingga kami dapat menikmati anugerah-Mu) 🙏

Kembali