Selasa, 2 April 2019 - Renungan Malam
MEMBANGUN IBADAH AKTUAL
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati (ay-1)
MINGGU III PRAPASKAH
SELASA, 2 APRIL 2019
RENUNGAN MALAM
KJ.363 : 1,2 -Berdoa
Amanat Pengutusan dalam ibadah-ibadah GPIB, tidak jelas!" begitu pernyataan seseorang dalam suatu kegiataan pembinaan jemaat. Benarkah demikian?
Rumpun-rumpun ibadah yang digunakan dalam ibadah GPIB bukanlah sekadar uraian dan kumpulan kalimat yang terangkai dengan baik. Sebaliknya, sebagai Gereja, GPIB dalam perjalanan pemikiran dan pergumulan teologis, térus menggumuli rumusan-rumusan yang digunakan dalam ibadah-ibadah. Pertama, amanat pengutusan dalam tata ibadah yang berlaku justru dibangun karena dasar Alkitabiah sebagaimana Rasul Paulus sampaikan dalam Surat Roma pasal 12 ini bahwa ibadah bagi orang percaya tidak berhenti dalam ruang dan waktu ibadah ritual! Melainkan ibadah ritual menjadi dasar dan dilanjutkan dalam ruang dan waktu ibadah aktual, yaitu kesaksian hidup sesehari. Kedua, amanat pengutusan dirumuskandengan pertimbangan konteks jemaat GPIB yang beragam, mulai dari kota Megapolitan sampai dengan ke daerah terpencil, terluar dan di pedalaman; sangat kaya ruang dan waktu ibadah aktual dari jemaat GPIB.
GPIB sebagai gereja mengutus seluruh wargajemaatnya untuk melanjutkan hidup beribadahnya di ruang keluarga, di ruang sekolahl kampus, di ruang pekerjaanl usaha, di ruang pergaulan di tengah masyarakat. Seluruh warga jemaat diutus menjadi jemaat misioner yang membangun ibadah bukan hanya di dalam ruang dan tembok gedung gereja; melainkan lebih dari itu, jemaat juga mau membangun ibadah aktualnya dalam rumah besar Indonesia.
KJ. 363 : 3,4
Doa : (Ya TUHAN, terimalah hidup kami ini sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada-Mu) 🙏