GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

Rabu, 13 Mei 2020 - Renungan Pagi
KARUNIA KHAS

Tetapi kalau mereka tidak dapat menguasai diri baiklah mereka kawin. Sebab lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa nafsu. (ay.8).

1 Korintus 7 : 8-9
MINGGU V SESUDAH PASKAH
RABU, 13 MEI 2020
RENUNGAN PAGI
KJ. 365b : 1,2-Berdoa


Kawin tidak ya? Umumnya nasihat yang dlsampaikan kepada yang masih lajang adalah supaya segera kawin, maksudnya berumah tangga. Tldak kawin dianggap pilihan hidup yang gak normal. Normalnya setiap orang harus kawin. Begitu anggapannya. Lalu bagaimana dengan pastor atau Imam Katoitk? Orang yang tidak paham akan berkomentar. "itu gak wajar. karena ..melawan perintah Kejadian 1:24".. Bagaimana dengan Paulus yang merasa sangat gembira kalau ada orang yang memilih jalan hidup tidak kawin seperti dirinya. Tentunya, pilihan hidup yang dijalani oleh mereka pastor/imam Katolik adalah hidup berkaul (janji) untuk selibat. Selibat tidak sama dengan tidak kawin. Ada orang yang tidak kawin, tetapi tidak selibat. Selibat adalah suatu cara untuk mencinta meski dirinya sulit untuk menjelaskannya tetapi konkrit dalam tindak kehadiran di antara sesama. Selibat adalah ungkapan mencinta yang terbuka, yang dihayati dalam persahabatan dengan semua orang bebas mengadakan relasi dengan mempersembahkan dan mengurbankan sesuatu yang bermakna bagi banyak orang di sekitarnya.

Pada satu sisi. kawin atau tidak kawin merupakan pilihan bebas setiap pribadi namun pada sisi lain, menurut Paulus, ada intervensi Allah. Dengan mengatakan bahwa "tetapi setiap orang menerima dari Allah karunianya yang khas, yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu" (ay.7), Paulus menunjukkan penilaian positif terhadap intervensi Allah yang mengantar setiap orang pada kebebasan, terlepas dari apapun pilihan jalan hidupnya. Hidup seperti Paulus dalam kebebasan dari hawa nafsu adalah karunia Allah tetapi pilihan untuk kawin (berumah tangga) itu juga suatu karunia Allah. Keduanya itu adalah pllihan hidup. Kawin (berumah tangga) atau tidak kawin adalah karisma dan menjadi panggilan untuk melaksanakan kehendak Allah.

KJ.365b : 3 4
Doa : (Ya Roh Kudus, tolonglah kami menyatakan kehendak-Mu dalam hidup kami, baik sebagai pribadi maupun sebagai yang hidup dalam perkawinannya. Amin). 🙏

Kembali