GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

Jumat, 15 Mei 2020 - Renungan Pagi
MENDENGAR

setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah. (ay.19).

Yakobus 1:19-21
MINGGU V SESUDAH PASKAH
JUMAT, 15 MEI 2020
RENUNGAN PAGI
KJ. 402:1,2 -Berdoa


Perikop ini menolong kita jangan sampai berbicara salah. Dalam soal marah misalnya, memang akan malu banget dan menyesal apabila seseorang sudah marah kesana kemari, nggak tahunya "salah alamat.". Biasanya, marah "salah alamat" terjadi karena sesorang keburu-buru marah. Malah niasanya, dalam amarahnya itu keluar berbagai perkataan yang tidak menyenangkan, tuduhan yang berlebihan, umpatan dan penilaian-peniaian yang sangat tendensius. Itulah sebabnya, bukan hanya dalam soal marah, dalam berkomunikasipun, penulis Yakobus nasihatkan untuk lebih sedia mendengar dengan baik.

Hal mendengar merupakan wujud kerendahan hati serta ungkapan sikap seseorang dalam mener|ma dan menghargai kehadiran sesamanya. Mendengar dengan baik adalah mendengar total, yakni bukan hanya mendngar suara sesamanya, tetapi juga "mendengar" sikap tubuh dan "mendengar" gerak mata. Lalu di pihak lain, seseorang akan berbahagia apabila ia merasa kehad|rannya diterima serta pandangannya didengar baik. Pengkotbah merasa tidak nyaman kalau diantara pendengarnya bertingkah seakan tidak mau mendengarnya, misalnya sibuk denggn handphonenya. Kepada kekasihnya, seseorang akan marah bila merasa penyampaiannya tidak direspon. Anak kecil pun bisa kecewa. dan mungkm tldak akan tumbuh keberanian berbicara apablla merasa dirinya diabaikan. Akhirnya kita sadari, konflik atau ketegangan relasi mudah muncul ketika kita memiliki perbedaan namun tidak ada kesediaan untuk mendengar satu sama lain.

Sering kali kita sulit rendah hati dalam berkomunikasi sebab kecenderungan kuasa atau merasa Iebih pada diri sendiri menempatkan kita untuk Iebih dahulu didengar, dan akhirnya cepat marah, terkesan angkuh dan cerewet. Masalah berkomunikasi adalah ketika kita hanya bisa mendepgar apa yang ingin dengar. Akan tetapi, bila seseorang mulai membina diri dengan lebih cepat mau mendengar, ia tengah membentuk dirinya bijaksana.

KJ. 402 : 3
Doa : (Ya Roh Kudus, tolonglah agar hamba-Mu mengendalikan diri untuk sabar mendengar, agar semua sikap kami akhirnya benar dan berkenan kepada-Mu. Amin). 🙏

Kembali