GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

Selasa, 3 September 2019 - Renungan Pagi
JANGAN IRI PADA KEJAHATAN

" ...Jangan iri hati pada orang yang berbuat curang ..." (ay. 18)

Mazmur 37 : 1-6
MINGGU XII SES. PENTAKOSTA
SELASA, 3 SEPTEMBER 2019
RENUNGAN PAGI
GB.284 : 1,2-Berdoa


Pernahkah kita merasa iri kepada mereka yang gampang mendapatkan segaka sesuatu, meski hidupnya tidak baik? Pernahkah kita iri kepada orang lain yang cepat naik pangkat hanya karena ia memiliki koneksi, padahal kinerjanya tidak lebih baik daripada kita? Pernahkah kita iri kepada para koruptor yang uangnya banyak dan tidak mungkin uang sebanyak itu dapat kita peroleh saat pensiun? Sepertinya Tuhan tidak mernpedulikan dan menghukum mereka yang jahat. Apa benar Tuhan membiarkan orang baik menderita dan membebaskan orang yang jahat? Lalu apa yang harus kita lakukan menghadapi situasi ini?

Pemazmur memberikan dorongan bagi mereka yang hidup di tengah-tengah orang yang jahat yang hidupnya makmur, yakni clengan perintah jangan gusar. Ya, jangan jadi gusar ketika kita mendapati ada orang yang kelakuannya jahat dan hidupnya sejahtera seperti dikatakan Daud. "Jangan marah Karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang." Tuhan adalah Allah yang adil. la akan bertindak menghukum orang fasik dan membeia orang benar.

lbarat syair pujangga Jawa, Saiki jamane jaman edan, yen ora melu edan ora keduman, yang artinya ‘sekarang ini zamannya zaman edan kalau nggak ikutan edan enggak dapat bagian." Situasi ini membuat banyak masyarakat yang larut dalam budaya ini berusaha mernperoleh keuntungan. Syair tersebut sebenarnya masih memiliki keianjutan, Sak bejo bejone wong kang lali, Iuwih bejo Wong kang eling Ian waspodo. yang artinya "sebesar apapun untungnya orang yang Iupa diri, masih lebih beruntung orang yang selalu ingat dan waspada." Mereka yang selalu ingat menjaga diri dan waspada yang akan seiamat, sebab cepat atau Iambat untuk setiap tindakan ketidakbenaran pasti  mendatangkan penghukuman Tuhan.

GB. 234 : 3
Doa : {Bapa tuntun kami untuk taat dan setia akan kebenaran dan titah-Mu) 🙏

Kembali