GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

Sabtu, 18 Januari 2020 - Renungan Malam
TETAP BERADA DI DALAM ALLAH

"Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah anak Allah, Allah tetap berada didalam dia, dan dia didalam Allah." (ay.15)

1 Yohanes 4 : 15-16
MINGGU SESUDAH EPIFANI
SABTU, 18 JANUARI 2020
RENUNGAN MALAM
KJ.356 : 1-Berdoa


Ajaran sesat yang merongrong jemaat Tesalonika, menolak kemanusiaan Yesus. Padahal keselamatan manusia terjadi melalui proses inkarnasi dimana Yesus datang kedalam dunia menjadi sama dengan kita. Karena menolak kemanusiaan Yesus, maka mereka tidak mengakui Yesus sebagai Anak Allah. ltulah sebabnya Yohanes mengatakan: "Barangsiapa mengaku bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah (ay.15). Kata "barangsiapa" artinya siapa saja. Karena karya keselamatan diberikan oleh Allah bagi semua manusia. Siapa saja yang menyambut karya-Nya dalam kehidupannya, hidupnya dibarui dan mereka diangkat menjadi anak-anak Allah. Pembaruan hidup serta pengangkatan sebagai anak-anak Allah berhubungan dengan pengakuan percaya kita kepada Yesus sebagai Anak Allah. Dengan mengaku Yesus sebagai Anak Allah, Allah berkenan diam dalam kehidupan kita, dan hidup kita ada di dalam Allah. Kita mengalami persekutuan yang akrab dengan Dia.

Kita telah percaya dan mengalami kasih Allah yang menyelamatkan dalam hidup kita: kasih yang dahsyat dan ajaib, sebab Allah adalah kasih. Karena itu, barangsiapa tetap berada di dalam kasih ia berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Kasih Allah menjadi sempurna di dalam kehidupan kita.

Tidak ada kehidupan yang damai, tenang dan sejahtera di dalam dunia penuh dengan kejahatan dan penderitaan, selain di dalam Dia. Karena itu hendaknya kita tetap di dalam Dia, tidak bergeser atau pun disesatkan oleh ajaran apapun. Tidak meninggalkan iman, apalagi menyangkal iman. Kasih-Nya terus kita hayati sehingga kita mampu menyatakan kasih kepada orang lain dimana pun kita berada melalui hidup, karya, pengabdian, talenta dan pelayanan kita untuk kemuliaan nama-Nya.

KJ.356 : 2
Doa : (Kami ingin agar kami tetap hidup di dalam Allah) 🙏

Kembali