GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

Kamis, 23 Januari 2020 - Renungan Malam
MENGGEMBALAKAN DENGAN SEPENUH HATI

Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karana mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala (ay.36)

Matius 9 : 35-38
MINGGU SESUDAH EPIFANI  
KAMIS, 23 JANUARI 2020 
RENUNGAN MALAM
KJ.415 : 1-Berdoa


Fungsi dan peran gembala begitu penting dalam dunia peternakan. Pada zaman dahulu, gembala memimpin kawanan ternak peliharaannya untuk makan di padang rumput. Kalau musim panas, ternak dibawa ke padang rumput yang lebih tinggi. Kalau musim dingin, ternak dipindahkan ke lembah yang lebih hangat. Ketika malam tiba, ternak dihitung sambil dimasukkan ke sebuah gua atau kandang berdinding batu buatan si gembala. Lalu gembala tidur dekat hewan-hewan itu untuk melindungi mereka dari perampok dan serangan binatang buas. Esoknya dia kembali mengawasi dan memelihara kawanan ternaknya, khususnya domba, hewan penakut yang membutuhkan perawatan khusus. Jadi bisa dibayangkan hal yang akan terjadi dengan hewan ternak itu, jika tidak ada gembala.

lnilah yang dilihat Tuhan Yesus, ketika berkeliling melakukan pelayanan di kota dan desa. la melihat kondisi orang banyak bagaikan domba yang tidak bergembala. Mereka seperti hidup tanpa arah tujuan, lelah secara lahiriah dan batiniah oleh penyakit dan kelemahan, tanpa perlindungan dan perhatian yang serius. Kondisi tersebut sangat terbuka terhadap ancaman dan bahaya yang membinasakan, sehingga Tuhan Yesus menjadi kasihan.(spagkhni zomai). la menjelaskan akar persoalannya, yaitu pekerja yang sedikit (0/igos) dari segi jumlah maupun passion yaitu pengetahuan, konsistensi, keberanian, kesabaran, kesiapan berkorban, kebanggaan dan sukacita dalam berkarya. Kemudian Dia memberikan visi dan misi kepada murid-murid-Nya untuk menolong mereka.

Tuhan Yesus adalah Gembala Agung yang tidak menghendaki siapapun binasa. la pemberi dan penyelamat hidup kita. Mari ikut serta melaksanakan visi dan misi keselamatan-Nya dengan sepenuh hati sebagai wujud syukur serta kesadaran akan fungsi dan peran kita di dunia.

KJ.415 : 2,3
Doa : (Kami bersyukur atas belas kasih-Mu yang menyelamatkan, dan memohon pertolongan-Mu dalam melaksanakan dengan sepenuh hati tanggungjawab yang Engkau percayakan)
  🙏

Kembali