GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

Senin, 3 Februari 2020 - Renungan Pagi
BERSEGERA MELURUSKAN YANG TIDAK BENAR

Maka pergilah imam Hilkia, Ahikam, Akhbor, Safan dan Asaya kepada nabiah Hulda, . . . . (ay. 14)

2 Raja-Raja 22 : 14-17
MINGGU III SESUDAH EPIFANI
SENIN, 3 FEBRUARI 2020
RENUNGAN PAGI
KJ. 426 : 1-Berdoa


Beberapa waktu lalu Indonesia dihebohkan oleh peristiwa yang memalukan. Seorang perempuan terkenal mengadakan konperensi pers nmengatakan bahwa ia mengalami penganiayaan dari aparat penegak hukum. la memamerkan wajahnya babak belur. Para penonton televisi yang menyaksikan hal tersebut menjadi iba. Simpati masyarakat diungkapkan dengan penuh kemarahan terhadap aparat keamanan. Terutama karena yang melaporkan ini adalah seorang perempuan. Setelah aparat keamanan melakukan pengecekan, temyata wajah yang babak belur itu adalah akibat operasi plastik. Aparat keamanan tidak ada kaitannya dengan wajah yang babak belur tersebut. Ulah perempuan itu bersama teman-teman-nya telah mendorong aparat untuk memproses kasus ini secara hukum. Pelurusan atas peristiwa penipuan ini, dilakukan aparat keamanan. Perempuan ini tidak hanya berbohong tetapi juga menyakiti hati masyarakat.

Yosia bertindak cepat dengan memerintahkan pegawainya membawakan Taurat itu kepada Nabiah Hulda. Hulda mengatakan bahwa apa yang dilakukan bangsa Yehuda telah menimbulkan sakit hati TUHAN. Mereka tidak mempersembahkan korban bakaran kepada TUHAN, melainkan kepada allah lain. Tujuannya menimbukan sakit hati TUHAN, karena seharusnya persembahan bakaran itu diberikan kepada TUHAN. Mereka melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan, apalagi dilakukan dengan sengaja. Ucapan maupun tindakan kita sering tidak disadari dapat menimbulkan perasaan orang lain tersakiti. Orang bisa menjadi sakit hati karena kita sering tergesa-gesa melakukan sesuatu tanpa memikirkan akibatnya. Kita menganggap hal itu biasa saja. Padahal menyakiti sesama berarti menyakiti Tuhan juga. Perubahan harus segera dilakukan terhadap setiap kesalahan dan kelalaian.

KJ. 426 : 3
Doa : (Ajari kami Tuhan untuk bertindak tegas merubah kesalahan-kesalahan kami) 🙏

Kembali