GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

Minggu, 1 November 2020 - Renungan Malam
SADAR SETELAH DIINGATKAN

“… lalu takutlah bangsa itu kepada TUHAN". (ay.12b)

Hagai 1 : 8 - 2 : 1a
HARI MINGGU XXII SES.PENTAKOSTA
MINGGU, 1 NOVEMBER 2020
Renungan Malam
KJ. 409 : 1 - Berdoa


Aceh mempunyai ketegangan berkepanjangan dengan pemerintah pusat. Dasarnya adalah anggapan bahwa Aceh menginginkan kebebasan yang lebih luas. Berbagai konflik kekerasan telah menghantui kehidupan rakyat selama bertahun-tahun. Keadaan itu berubah setelah peristiwa Tsunami yang menelan 250.000 korban jiwa. Peristiwa Tsunami membawa perubahan besar. Ada kesepakatan untuk mencari suatu solusi bersama melalui perundingan damai. Kesepakatan ini merupakan suatu keterbukaan antara kedua pihak dan menjadi perundingan damai di Helsinki.
 
Renungan pagi tadi menceritakan nabi Hagai yang memperingatkan Israel, bahwa Tuhan adalah prioritas. Kegagalan dan hasil kerja yang mengecewakan adalah bukti, bahwa Israel mengabaikan Tuhan. Meskipun pekerjaan mereka memberi hasil, tapi hasil itu tidak memuaskan. Kehidupan mereka menjadi sia-sia. Nabi Hagai mengkritik gaya hidup Israel dengan tajam. Kritik dari nabi Hagai membawa Israel kepada perubahan. Israel kembali kepada Tuhan.
 
Manusia mempunyai kecenderungan untuk tidak mau percaya sebelum ada bukti. Pertanyaannya, mengapa harus menunggu bukti baru muncul rasa percaya? Mengapa harus menunggu ada masalah baru menyadari kesalahan? Mengapa manusia tidak bisa mengantisipasi hal buruk sebelum ia merasakan dampaknya? Hal ini merupakan sesuatu yang biasa terjadi. Meskipun, titik awal dari kegiatan manusia itu tidak jelas. Manusia mempunyai kecenderungan untuk mengikuti keinginan hatinya dan meninggalkan Tuhan. Padahal, keberadaan Tuhan saja seharusnya sudah cukup menjadi motivasi bagi manusia. Tuhan yang mengatur kehidupan manusia. Tuhan juga yang mampu menyelamatkan manusia. Tuhan juga yang dapat menjadi motivasi bagi manusia untuk melakukan tindakan-tindakan yang baik. Namun demikian, manusia seringkali bergantung pada motivasi yang tidak jelas. Pada akhirnya, motivasi yang tidak jelas mengakibatkan suatu tindakan yang tidak bermakna.
 
 
KJ. 409 : 2, 3
Doa : (Tuhan Yesus, tolong ajar kami, untuk selalu percaya tanpa syarat pada-Mu sebagai bukti iman kami)

Kembali