GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

Selasa, 6 Februari 2024 - Renungan Pagi
ALLAH MENDENGAR

Musa diutus TUHAN 2:23 Lama sesudah itu matilah raja Mesir. Tetapi orang Israel masih mengeluh karena perbudakan, dan mereka berseru-seru, sehingga teriak mereka minta tolong karena perbudakan itu sampai kepada Allah. 2:24 Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. 2:25 Maka Allah melihat orang Israel itu, dan Allah memperhatikan mereka.

Keluaran 2:23-25
“Allah mendengar rintihan mereka” (ay. 24)

Hal mendengar ternyata bukan perkara mudah. Mendengar ternyata bukan sekadar secara fisik menyendengkan telinga dan mengarahkannya kepada pihak lain yang sedang berbicara. Mendengar ternyata membutuhkan aspek batin dan emosional yang terkait dengan keterarahan fisik, pikiran, dan hati kepada orang lain yang menjadi subjek yang sedang berbicara. Dengan demikian, mendengar akan membawa pada bentuk keterlibatan dan partisipasi untuk menyatakan diri berada bersama orang lain yang sedang menyatakan isi hatinya kepada kita.

Begitulah sikap Tuhan saat mendengar Israel yang sedang berbicara itu. Beberapa ungkapan Israel diperlihatkan dalam ayat 23 dengan “mengeluh karena perbudakan” dan “teriakan mereka minta tolong”. Pendengaran Allah pun tidak hanya telinga yang diarahkan kepada Israel, tetapi Allah mau terlibat dan berpartisipasi dalam pergumulan yang umat-Nya hadapi dan rasakan. Keterlibatan dan partisipasi Allah itu diperlihatkan dengan ungkapan “Allah mendengar rintihan mereka”, “la mengingat perjanjian-Nya” (ay. 24), dan “Allah memperhatikan dan mempedulikan mereka” (ay. 25). Ungkapan-ungkapan tersebut bernada belarasa dan solidaritas yang datangnya dari Allah yang Maha Mendengar.

Setiap orang dipanggil menjadi peniru-peniru Allah. Hal meniru di sini berarti adalah menjadi seorang pendengar yang baik. Menjadi pendengar yang baik tidak cukup mengarahkan telinga saja, tetapi memanggil untuk menunjukkan aspek batin dan emosional kepada orang yang didengar dan mau terlibat ke dalam apa yang dirasakannya. Langkah lanjutan setelah mendengar adalah aspek terpenting. Setiap orang dipanggil mau terlibat dan berpartisipasi dalam penderitaan sesama dan perjuangannya untuk mengatasi persoalan hidup yang sedang dialaminya. Dengan menjadi pendengar dari hati, terbangun kesungguhan untuk mau terlibat dan berpartisipasi dalam upaya sesama menang atas perjuangan hidupnya.

Doa: (Kami mau mendengar dan terlibat dalam perjuangan sesama) 🙏

Kembali