GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

GPIB BAHTERA HAYAT SURABAYA

Jl. Laksda M. Natsir, Tanjung Perak, Surabaya. 60165.
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. (Lukas 13:29)

Kamis, 8 Februari 2024 - Renungan Malam
BERBEDA DALAM HIDUP

Tulah kelima: penyakit sampar pada ternak 9:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Pergilah menghadap Firaun dan berbicaralah kepadanya: Beginilah firman TUHAN, Allah orang Ibrani: Biarkanlah umat-Ku pergi, supaya mereka beribadah kepada-Ku. 9:2 Sebab jika engkau menolak membiarkan mereka pergi dan masih menahan mereka, 9:3 maka ternakmu, yang ada di padang, kuda, keledai, unta, lembu sapi dan kambing domba, akan kena tulah TUHAN, yakni kena penyakit sampar yang dahsyat. 9:4 Dan TUHAN akan membuat perbedaan antara ternak orang Israel dan ternak orang Mesir, sehingga tidak ada yang akan mati seekorpun dari segala ternak orang Israel.” 9:5 Selanjutnya TUHAN menentukan waktunya, firman-Nya: “Besoklah TUHAN akan melakukan hal itu di negeri ini.” 9:6 Dan TUHAN melakukan hal itu keesokan harinya; segala ternak orang Mesir itu mati, tetapi dari ternak orang Israel tidak ada seekorpun yang mati. 9:7 Lalu Firaun menyuruh orang ke sana dan sesungguhnyalah dari ternak orang Israel tidak ada seekorpun yang mati. Tetapi Firaun tetap berkeras hati dan tidak mau membiarkan bangsa itu pergi.

Keluaran 9:1-7
“TUHAN akan membuat perbedaan” (ay. 4)

Umat Tuhan dan bukan umat Tuhan tidaklah berbeda secara fisik atau lahiriah. Asal usul daerah, kebangsaan, budaya, afiliasi politik hingga relasi ekonomi tidaklah berbeda antara umat Tuhan dan bukan umat Tuhan. Berarti terdapat hal yang fundamental jika hendak mencari perbedaan antara umat Tuhan dan bukan umat Tuhan. Perbedaan tersebut lebih substansial karena terkait dengan aspek batiniah berupa cara hidup atau gaya hidup. Termasuk yang berbeda adalah dalam cara memandang realitas kehidupan. Juga berbeda dalam membangun relasi dengan yang dipercaya sebagai Tuhan.
Orang yang disebut umat Allah mempunyai rasa percaya yang tinggi kepada Tuhan. la hidup beriman dan mengandalkan Tuhan dalam laku hidupnya sehari-hari. la optimis dalam memandang hidup dan terus mengandalkan Tuhan di saat-saat sulit sekalipun. Gaya hidupnya pun mencerminkan kasih, keadilan, belarasa, dan suka berdamai. Bahkan ia menjadikan hidupnya sebagai cermin bagi orang lain untuk mencontoh atau meneladaninya. la senang menyukakan hati orang lain, ketimbang menjadi batu sandungan bagi sesama.

Kisah tulah kelima, penyakit sampar pada ternak, adalah bagian yang tak terpisahkan dari kisah besar tentang cara Allah membela dan membebaskan sebuah bangsa, Israel, dari situasi ketertindasan yang mereka alami. Untuk kesekian kalinya Allah menunjukkan jati diri-Nya sebagai Allah yang hadir dalam karya untuk membebaskan yang lemah dan memberi pengharapan tentang hidup baru. Tidak tanggung-tanggung Allah yang memberi kehidupan bagi seluruh makhluk ciptaan, kini la menghadirkan kematian terhadap seluruh ternak orang Mesir. Tujuannya untuk mengubah hati Firaun yang keras agar bersedia membebaskan Israel. Tetapi sekali lagi Firaun tidak bergeming (ay. 7). Upaya Tuhan sendiri membuat perbedaan antara ternak orang Mesir yang mati dan temak orang Israel yang tetap hidup tidak berhasil mengubah hati Firaun. la tetap memilih mengikuti kata hatinya yang melawan Allah.

Doa: (Kami mau berbeda dalam hidup dan setia mengikut Tuhan) 🙏

Kembali